Pengertian Berita
berita merupakan produk kegiatan jurnalistik dimaknai sebagai laporan tercepat
mengenai fakta atau opini yang mengandung hal yang menarik minat atau penting,
atau kedua-duanya, bagi sejumlah besar penduduk (Michael V. Charn, dalam
Effendy, 1992:67). Definisi lain menyebut berita sebagai laporan
peristiwa (a report of an event) (Ecip, 1995:48).
News is anything timely that interests a
number of readers, and the best news is that which has the
greatest interest for the greatest number of readers” (Berita adalah segala
sesuatu yang hangat, yang menarik sejumlah pembaca dan berita yang terbaik
adalah berita yang paling menarik perhatian bagi jumlah pembaca yang paling
besar). Ini pendapat Dr. Williard G. Bleyer. Jadi, menurut definisi Bleyer,
berita mempunyai komponen berikut ini:
1.
Segala sesuatu
2.
Hangat
3.
Menarik perhatian
4.
Sejumlah khalayak.
Douglas Wood Miller
menyatakan bahwa minat pembaca terpenuhijika berita itu memenuhi syarat
(Mardjuki, 1984:5)) berikut ini :
1.
Waktu
2.
Tempat
3.
Isi
Kaitan berita yang utama adalah dengan peristiwa. Peristiwa itu sendiri
adalah realitas atau fakta yang direkam oleh wartawan, dan pada gilirannya
dilaporkan secara terbuka melalui media massa. Laporan tersebut berupa
rekonstruksi atas peristiwa, yang berarti luas, antara lain meliputi
keterangan, peristiwa, suasana, manusia dan pendapat (Ecip, 1995:48).
Frank Luther Mott dalam New Survey of Journalism menyatakan bahwa
paling sedikit ada delapan konsep berita, yaitu: (1) berita sebagai laporan
tercepat (news as timely report), (2) berita sebagai rekaman (news
as record), (3) berita sebagai fakta obyektif (news as objective facts),
(4) berita sebagai interpretasi (news as interpretation), (5) berita
sebagai sensasi (news as sensation), (6) berita sebagai minat insani (news
as human interest), (7) berita sebagai ramalan (news as
prediction), (8) berita sebagai gambar (news as picture).
Berita juga dapat dipandang dari sisi komunikator. Menurut
Hiebert, Ungurait, Bohn (1991:413), berita adalah “apa yang menyebabkan
individu mau membayarnya dengan uang atau waktu” (“what an individual is
willing to pay for with time and money”). Karena tidak semua peristiwa
layak dijadikan berita, maka untuk itu diperlukan persyarat penting berupa
nilai berita (“news must have some intrintsic value to the individual”).
Ragam
Berita
Menurut Siregar dkk
(1998:154), berita jurnalistik yang
muncul dalam surat kabar atau majalah berita dapat digolongkan menjadi empat:
berita langsung (stright/hard/spot news), berita ringan (soft
news), berita kisah (feature), dan laporan mendalam (indepth
report). Berikut rinciannya.
Berita
Langsung (Straight/Hard/Spot News)
Berita langsung digunakan
untuk menyampaikan kejadian-kejadian penting yang secepatnya perlu diketahui
oleh pembaca. Disebut berita langsung (straight news) karena unsur-unsur
terpenting dari peristiwa itu harus langsung (sesegera mungkin) disampaikan
kepada pembaca.
Berita langsung dapat juga
yang disebut sebagai spot news. Jika berita bersifat “spot”, maka
wartawan harus berhadapan langsung dengan kejadian, lalu melaporkan kejadian
itu. Jika tak dapat dihadapi langsung, wartawan terpaksa “meminjam” persepsi
orang lain terhadap kejadian tersebut. Melalui persepsi orang itu, wartawan
menyusun kembali (merekonstruksi) kejadian yang akan ditulisnya.
Berita langsung juga disebut
hard news, menimbang bahwa fakta yang digunakan untuk memberitakan suatu
peristiwa adalah fakta keras. Yang
dimaksudkan dengan fakta keras adalah fakta yang segera dapat diukur
berdasarkan persepsi inderawi manusia.
Aktualitas
merupakan unsur penting untuk berita langsung. Suatu kejadian yang sudah lama
terjadi, tidak bernilai lagi untuk ditulis sebagai berita langsung. Kejadian
yang telah lama terjadi hanya layak diberitakan jika ada unsur kuat lainnya
selain aktualitas, dan biasanya ditulis sebagai berita ringan atau berita
kisah.
Berapa lama kejadian dapat dianggap aktual? Untuk surat kabar harian,
kejadian kemarin dapat dianggap aktual, selama belum dimuat di surat kabar
lain. Bisa juga kejadian yang sudah berusia dua hari, bahkan seminggu, tetap
dianggap aktual, karena kejadian itu baru saja diketahui, misalnya gempa bumi
di pedalaman Papua (Irian Jaya). Langkanya alat transportasi atau komunikasi
menyebabkan berita terjadinya gempa tersebut terlambat diketahui. Meskipun yang
ditonjolkan bukan lagi unsur waktu, melainkan makna kejadian itu sendiri.
Yang penting, suatu kejadian akan kehilangan aktualitasnya jika sudah
dimuat dalam surat kabar lain. Namun, aktualitas tidak hanya berkaitan dengan
waktu, tetapi juga mencakup sesuatu yang baru diketahui, atau sesuatu yang baru
diketemukan, misalnya cara baru, ide baru, langkah baru, serta perkembangan
mutakhir. Semuanya itu memiliki makna penting bagi keadaan sekarang. Oleh
karena itu, penerbitan yang tidak bersaing dalam hal aktualitas, harus mencari
unsur lain yang terdapat dalam suatu kejadian, antara lain dengan memberikan
latar belakang yang sifatnya manusiawi
berita Ringan (Soft News)
Berita ringan tidak mengutamakan unsur penting yang hendak diberitakan,
melainkan sesuatu yang menarik. Berita ini biasa ditemukan sebagai kejadian
yang menusiawi dalam kejadian penting. Kejadian yang penting tersebut
dituliskan sebagai berita langsung, sedang yang menyangkut unsur manusiawi
ditulis sebagai berita ringan.
Berdasarkan kejadiannya, berita ringan dibedakan atas dua jenis. Pertama,
berita ringan yang kejadiannya merupakan sampiran dari peristiwa penting yang
diberitakan lewat berita langsung (Disebut side bar). Kedua,
berita ringan yang kejadiannya berdiri sendiri, jadi tidak terkait dengan suatu
peristiwa penting yang bisa dituliskan sebagai berita langsung. Berita ringan
jenis kedua dapat “bertahan” lebih lama, tidak terikat pada aktualitas. Jenis
berita ini memberikan ganjaran psikologis langsung bagi pembacanya, misalnya
keterharuan, kegembiraan, dan sebagainya. Bahan yang ditulis sebagai berita
ringan adalah kejadian pada permukaan saja, tidak perlu melacak latar
belakangnya.
Apa saja unsur menarik yang dapt dijadikan materi untuk penulisan berita
ringan? Unsur menarik ini, karena bukan sesuatu yang penting dan berdampak
langsung kepada kehidupan pembaca, semata-mata hanya memberi sentuhan emosional
bagi pembaca. Hal-hal semacam itu terdapat dalam kejadian-kejadian yang
mencerminkan kekonyolan (komedi), dramatis, kontroversial, tragis, atau unik
(di luar kebiasaan, atau jarang terjadi).
Seorang tokoh terkenal yang selama ini diketahui selalu bersantap di restoran mewah, tiba-tiba terlihat menikmati
makan siang di sebuah warung di pinggir jalan. Unsur ketenaran tokoh tersebut,
dan juga tindakannya di luar kebiasaan, dapat menjadikan peristiwa itu sebagai
berita ringan yang menarik.
Berita Kisah (Feature)
Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menyentuh
perasaan, ataupun yang menambah pengetahuan pembaca lewat
penjelasan rinci, lengkap, serta mendalam. Berita ini tidak terikat akan
aktualitas. Nilai utamanya adalah dalam unsur manusiawi atau informasi yang
dapat menambah pengetahuan.
Berita kisah dapat ditulis
dari kejadian yang sudah masuk kotak sejarah, misalnya kejadian manusiawi yang
dialami Jenderal Sudirman ataupun Pangeran Diponegoro pada masa lampau. Hal
semacam ini layak ditulis jika ternyata ada sesuatu yang baru tentang kedua
tokoh tersebut yang belum pernah diungkapkan, dan penting mendapat perhatian
karena ada kaitannya dengan kondisi sekarang.
Untuk peristiwa atau masalah
yang sifanya kekinian, bila dituliskan dalam format berita kisah, waktu bukan
menjadi kriteria utama, melainkan urgernsi peristiwa atau masalah itu untuk
mendapat perhatian. Berita kisah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang baru
terjadi, disebut news feature. Kalau pada berita langsung unsur
pentinglah yang ditonjolkan, maka pada berita kisah yang tergolong news
feature, unsur penting dan unsur menarik ditonjolkan sekaligus. Ada alasan
mengapa demikian. Pertama, berita kisah umumnya ditulis karena peristiwa
atau masalah yang diberitakan luas cakupannya. Kedua, dampak peristiwa
atau masalah itu sendiri juga menyangkut kehidupan masyarakat luas. Ketiga,
dibutuhkan uraian yang lebih panjang dan rinci, sehingga pembaca dapat memahami
secara baik duduk perkara sebenarnya.
Gejala perubahan kehidupan
masyarakat, misalnya, yang belakangan banyak beralih dari kehidupan agraris
menjadi kehidupan industrial, terjadi seperti hal biasa yang wajar saja.
Padahal, banyak konsekuensi yang timbul akibat perubahan semacam itu. Misalnya,
kota semakin padat, pengangguran dan kriminilitas meningkat, fasilitas semakin
tak memadai lagi. Persoalan semacam ini dapat menjadi bahan bagus untuk menulis
berita kisah.
Perjuangan keras seseorang
untuk meningkatkan taraf hidup, dari hanya tukang kayu menjadi pengusaha real
estate misalnya, dapt ditulis menjadi berita kisah. Berita kisah semacam
ini dikenal dengan sebuat profile
feataure. Profile feature tentu saja tidak hanya berkaitan
dengan cerita sukses. Cerita kegagalan seseorang
juga dapat menjadi berita kisah. Jadi, profile
feature dapat menceritakan perjalanan hidup seseorang, bisa pula hanya
menggambarkan sepak terjang orang tersebut dalam suatu kegiatan dan pada kurun
waktu tertentu. Yang penting, lewat berita kisah semacam ini, unsur manusiawi berperan
penting, karena itulah yang ditonjolkan. Ini bertujuan agar pembaca dapat
bercermin lewat kehidupan orang lain.
Berita kisah tidak selalu
menonjolkan unsur manusiawi (human interest) yang menyentuh perasaan.
Ada berita kisah yang menguraikan profil suatu perusahaan atau organisasi,
menceritakan bagaimana perusahaan atau organisasi itu digerakkan untuk mencapai
tujuannya.
Selain itu, ada pula berita
kisah yang menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu (how to do it feature).
Dalam berita kisah jenis ini, informasi yang disampaikan lebih sebagai petunjuk
yang dipandang penting bagi pembaca. Misalnya, petunjuk melakukan perjalanan
wisata lewat darat, dengan menyajikan keterangan di mana terdapat hotel, pompa
bensin, rumah makan, lengkap dengan perkiraan biaya, kualitas jalan.
Human interest feature menonjolkan hal-hal yang menyentuh perasaan sebagai hal
yang menarik. Jadi, untuk berita kisah ini dapat ditulis tentang peristiwa atau
masalah yang dialami oleh manusia, baik yang sudah mendiang maupun yang masih
hidup. Selain itu, juga dapat mengenai makhluk ataupun benda lain yang dapat
diungkapkan sehingga menggugah perasaan pembaca, atau tentang duduk perkara
suatu permasalahan yang sedang dihadapi sekelompok orang.
Berita kisah digunakan untuk mengankat nuansa atau warna kehidupan, hal
yang sering tidak mungkin dilakukan lewat berita langsung. Berita langsung,
karena lebih merupakan potret sesaat dari suatu kejadian atau harus memenuhi
persyaratan aktualitas, dalam banyak hal hanya mampu mengungkapkan gejala yang
tertangkap oleh inderawi. Berita kisah dapat mengatasi kendala itu. Persoalan
aktualitas tidak menjadi kendala bagi berita kisah. Itulah sebabnya berita
kisah tergolong berita yang dapat ditulis dengan penuh
warna.
Berita kisah, begitu pula laporan mendalam, yang menjadi andalan sering
dimuat sebagai anker (jangkar, anchor) pada halaman depan surat
kabar, atau laporan utama untuk rubrik khusus,
edisi minggu, maupun suplemen (halaman tambahan, halaman
sisipan). Berita kisah yang cukup panjang kadang-kadang dimuat secara serial
(disebut juga dalam sejumlah episode) pada hari yang berurutan.
Berita Mendalam (Indepth News)
Laporan mendalam pada dasarnya memiliki struktur dan cara penulisan yang
sama dengan berita kisah. Perbedaannya terletak pada
adanya unsur manusiawi yang terdapat dalam berita kisah, yang belum tentu
ditemukan dalam laporan mendalam.
Laporan mendalam digunakan
untuk menuliskan permasalahan secara lebih lengkap, mendalam, dan analitis.
Cara penulisan seperti ini dimaksudkan untuk menyajikan informasi agar pembaca
lebih memahami duduk perkara suatu masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering muncul peristiwa yang cukup rumit.
Kerumitan masalah dalam peristiwa itu menyebabkan pembaca belum dapat memahami
duduk perkara sebenarnya jika hanya diungkapkan melalui berita langsung.
Pembaca belum tentu juga dapat mengerti jika masalah dijelaskan dengan
menggunakan hanya satu sudut pandang. Kompleksitas permasalahan menyebabkan
peristiwa itu perlu disoroti lewat sejumlah sudut pandang agar pembaca
memperoleh pemahaman lebih baik, lengkap dan menyeluruh.
Dengan laporan mendalam, ke arah mana suatu peristiwa berkembang akan lebih
mudah dipaparkan. Begitu pula kaitan yang lebih jelas antara sebab akibat, apa
saja kepentingan sejumlah pihak di dalam perkembangan persoalan tersebut,
bagaimana kepentingn itu mempengaruhi arah perkembangan persoalan, termasuk apa
saja yang mungkin timbul, menjadi sorotan dalam laporan mendalam.
Sering kaitan sebab-akibat, begitu pula kepentingan sejumlah pihak, tidak
tampak jelas di permukaan. Sejumlah fakta harus dikumpulkan jauh ke belakang,
sebelum peristiwa muncul. Semua fakta itu harus ditelusuri keterkaitannya satu
demi satu terhadap perkembangan yang muncul kemudian.
Laporan ditulis berdasarkan hasil liputan terencana, dan sering memerlukan
waktu lama. Cara peliputan seperti peliputan interpretatif atau investigasi,
antara lain dilakukan ketika mengumpulkan fakta yang diperlukan untuk menyusun
tulisan. Peliputan interpretatif dilakukan apabila untuk menggambarkan
duduk perkara dari masalah yang diliput, diperlukan kemampuan interpretasi
dalam melihat keterkaitan logis antar sejumlah fakta. Adapun peliputan
investigatif dilakukan apabila ada sejumlah pihak untuk menutupi kejadian
sebenarnya, atau menyembunyikan sejumlah fakta.